Kamis, 28 Januari 2010

KETAKUTAN DAN KEPUTUSAN

Kali ini Lokasinya di Pegunungan Fuyul Sojol, Propinsi Sulawesi Tengah (2003). Ini Perjalan yg menentukan apakah AnggotaTeam Kami layak Mengunakan Warna Orens. Ummang (ketua Team), Umming, Jufri Jamal, Dani, Bahar. Tugas kami pada dasarnya sangat sederhana, kami di tuntut tiap detik harus menambah ketinggian kami sampai batas ketinggian tertinngi di pegunung Fuyul Sojol. batas waktu yg di berikan padakami 28 hari di mulai dari Dusun Bonnde ( ketinggian 15 M.dpl) di pantai barat Sulawesi Tengah...

singkatnya di hari ke enam kami mencapai ketinngian 1500 M.dpl maklum jalurnya (setapak) baru dibuat dan di ketinggian ini kami menemukan Bivak (Rumah) Suku Lauje (suku pedalaman) tapi sayang kami tidak menemukan penghuninya, konon suku ini hanya menempati Bivak mereka di saat melahirkan.Bivak suku Lauje
saya tidak Tau apa yg ada di pikiran teman2 karena yg terlihat di wajah mereka ketakutan yg di sembunyikan, saya sendiri ketakutan di saat melihat Bivak, karena ini baru setengah perjalanan jadiiii ke takutan harus di hilangkan, karena saat i2 sudah jam 17 : beberapa menit WITA, maka kami putuskan malam ini nginap di sekitar bivak tersebut....
malam ini maccalla (ejekan Bhas kami) tetap berlanjut, kali ini korbannya Andi Wardani Masri ( Klot), karena dia usulannya minum kopi susuh tapi tidak di setujua ketu tim, alasan ketua tim sangat tepat karena saat itu persediaan air kami tinggal 2 liter sementara jalur yg di rencanakan di bagian punggunagan jadi sudah jelas tdk ada aliaran sunga yg ada paling kubangan2 binatang, hikhikhik... kata terakhir yg saya dengar sebelum tidur "" Afermut sampai pagi ji ini kaaaah???" kwkwk

pagi ini sarapanya cuma afermut sisa tadi malam, pakaiyan basah, carrier Alpina 100 liter Duri Rotan, dan suara keluhannya dani, kwkwkw.
hari ini target kami harus mencapai ketinggian 2000 M.dpl, tap target tidak terpenuhi karena Jufri jamal (Ballang) di sengat Tawonjadi ada tambahan waktu istrahat sambil minum teh dan gurus si ballang.

Di hari ke- 8 kami kehabisan air, jadi hari ini kami Juluki "Hari Berburu Air", semua anggota tim mennyusuru Pinggangan Untuk mencari Sumber air, akhirnya kami menemukan aliran air yg mengalir dali celah2 batu, tapi bayarannya ini semua??? kami harus mendaki kembali karena air yang kami temuakan jauh di bawa kem kami.

nanti di sambung Mau jum'atan dulu ....





Rabu, 30 Desember 2009

MITOS GUNUNG BAWA KARAENG

Gunung Bawa karaeng Adalah Sala Satu Gunung Yg terletak di Pulau Sulawesi Selatan, tepatnya berada di wilayah Kabupaten Gowa,

Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. Bawa artinya Mulut, Karaeng artinya Tuhan. Jadi Gunung Bawakaraeng diartikan sebagai Gunung Mulut Tuhan.Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah, mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung Lompobattang.

Jumat, 06 November 2009

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.
Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.

"Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok," gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank."Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.
Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan toples.

Setelah ia membeli lembaran kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".


Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?**

" Kemenangan Hidup bukan berhasil mendapat banyak, tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang didapat tanpa menguasai.

Rabu, 28 Oktober 2009

Hukum Alam



Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. “Aduhh!” jeritannya memecah
keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”. Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?” Jawaban yang terdengar, “Hei! Siapa kau?” Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, “Apa yang terjadi?” Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan.” Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!” Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!” Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!” Suara itu menjawab, “Kamu sang juara!” Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan.”
Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya

Kamis, 15 Oktober 2009


Eheeeemmm.......!!!

Di pertengahan cerita anak gunung,, hahahaha......

Setelah mendaki beberapa gunung di Pulau Sulawesi, saya mencoba mendaki gunung di pulau lain tepatnya gunung Rinjani Di pulau Lombok. hasilnya yg saya temukan ternyata jalur ( jalan setapak) yg kita lalui untuk menujuh puncak jauh berbede degan jalur pendakian di pulau sulawesi... emmm perbandinganya seperti gang dengan jalan toll..(lebay), maklum di gunung Rinjadi sudah menjadi gunung wisata.. "konon". (hehehe.. pintarma nulis2 di? ). ini mi dulu dehhhh...... capeka cerita bela, kwkwkwkw

Rabu, 2009 Oktober 14



G. Agung, 17 Agustus 2004




KALI INI CERITA PENDAKIAN G. AGUNG

Setelah turun dari G. Rinjani, saya menuju desa terakhir G. Agung, kalo nda salah nama desanya Desa Besakih, lupa - lupa ma bela ka lamami, tentunya menyeberang pulau dulu karena G. Agung Berada di P. Bali.

Seperti biasanya kita harus melapor di pos Perijinan, kebetulan ada 1 tim baru sele sai melapor, yg anggotanya timnya 3 oranag ( Barli, Danang dan Ria) Ria Mo saya dehh...,

jadiii.. mulaimi Kenalan - kenalan : @ saya : mau naik Juga Mas (Barli)? @ Barli : oohh iya.. Dari mana mas? @saya ; Dari makassar , ber tiga yah? @Barli ; Iya.. oh iya ini teman saya, Danang, Ria

Perkenalan singkat tapi suuuutt.... akhirnya saya putuskan untuk sama - sama melakukan pendakian, maklum sendirian ja kodong. tepat pukul 10 : 20 pagi kami pun memulai per jalanan yg rencananya menuju pos terakhir sebelum menuju puncak ( Top), tapi perjalanan kali ini agak lambat di bandingkan perjalan ke puncak gunung Rinjani, maklu kan ada Ria, hehehe..

saat Jarum jam menunjukan Pukul 09 : 00, Malam, kami pun memutuskan untuk pasang tendah dan getehh roog, kwkwkwk..., jadi target untuk sampai di pos terakhir kali ini tidak bisa kami capai.. tapi tingal 10 menit lagi perjalanan...............selanjutnya tiba saatnya cerita sambil minum kopi dan mempererat tali persaudaraan sesama anak gunung, saampai ngatuk sekaliaaa...

besok pagi perjalanan menuju puncak miii.........capema cerita.. ooh iya... Buat Barli, Danang.. Apalagi Ria.. kalo kebetulan masuk di Blog ini tolong kabari keberadaan kalian,

tambahann ini.. setelah turun dari G. Agung kami melanjutkan lagi ke G, Semeru. tapi karena G. semeru lagi aktif jadi kami cuma sampai Di Ranu Kumbolo. dan setelah itu kami pun berpisah tidak ada komonikasi lagi.. tapi untuk Ria Ada Cerita nya sendiri tapi itu buka untuk cerita anak Gunung lagi, hehehehehehehe, ..........salam Anak Gunung........