Rabu, 28 Oktober 2009

Hukum Alam



Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. “Aduhh!” jeritannya memecah
keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”. Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?” Jawaban yang terdengar, “Hei! Siapa kau?” Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, “Apa yang terjadi?” Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan.” Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!” Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!” Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!” Suara itu menjawab, “Kamu sang juara!” Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan.”
Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya

Kamis, 15 Oktober 2009


Eheeeemmm.......!!!

Di pertengahan cerita anak gunung,, hahahaha......

Setelah mendaki beberapa gunung di Pulau Sulawesi, saya mencoba mendaki gunung di pulau lain tepatnya gunung Rinjani Di pulau Lombok. hasilnya yg saya temukan ternyata jalur ( jalan setapak) yg kita lalui untuk menujuh puncak jauh berbede degan jalur pendakian di pulau sulawesi... emmm perbandinganya seperti gang dengan jalan toll..(lebay), maklum di gunung Rinjadi sudah menjadi gunung wisata.. "konon". (hehehe.. pintarma nulis2 di? ). ini mi dulu dehhhh...... capeka cerita bela, kwkwkwkw

Rabu, 2009 Oktober 14



G. Agung, 17 Agustus 2004




KALI INI CERITA PENDAKIAN G. AGUNG

Setelah turun dari G. Rinjani, saya menuju desa terakhir G. Agung, kalo nda salah nama desanya Desa Besakih, lupa - lupa ma bela ka lamami, tentunya menyeberang pulau dulu karena G. Agung Berada di P. Bali.

Seperti biasanya kita harus melapor di pos Perijinan, kebetulan ada 1 tim baru sele sai melapor, yg anggotanya timnya 3 oranag ( Barli, Danang dan Ria) Ria Mo saya dehh...,

jadiii.. mulaimi Kenalan - kenalan : @ saya : mau naik Juga Mas (Barli)? @ Barli : oohh iya.. Dari mana mas? @saya ; Dari makassar , ber tiga yah? @Barli ; Iya.. oh iya ini teman saya, Danang, Ria

Perkenalan singkat tapi suuuutt.... akhirnya saya putuskan untuk sama - sama melakukan pendakian, maklum sendirian ja kodong. tepat pukul 10 : 20 pagi kami pun memulai per jalanan yg rencananya menuju pos terakhir sebelum menuju puncak ( Top), tapi perjalanan kali ini agak lambat di bandingkan perjalan ke puncak gunung Rinjani, maklu kan ada Ria, hehehe..

saat Jarum jam menunjukan Pukul 09 : 00, Malam, kami pun memutuskan untuk pasang tendah dan getehh roog, kwkwkwk..., jadi target untuk sampai di pos terakhir kali ini tidak bisa kami capai.. tapi tingal 10 menit lagi perjalanan...............selanjutnya tiba saatnya cerita sambil minum kopi dan mempererat tali persaudaraan sesama anak gunung, saampai ngatuk sekaliaaa...

besok pagi perjalanan menuju puncak miii.........capema cerita.. ooh iya... Buat Barli, Danang.. Apalagi Ria.. kalo kebetulan masuk di Blog ini tolong kabari keberadaan kalian,

tambahann ini.. setelah turun dari G. Agung kami melanjutkan lagi ke G, Semeru. tapi karena G. semeru lagi aktif jadi kami cuma sampai Di Ranu Kumbolo. dan setelah itu kami pun berpisah tidak ada komonikasi lagi.. tapi untuk Ria Ada Cerita nya sendiri tapi itu buka untuk cerita anak Gunung lagi, hehehehehehehe, ..........salam Anak Gunung........